Armada4D

Info NadaPemain Bernegara Portugal yang Pernah Bela Tottenham Hotspur, Bekas pelatih Wolverhampton Wanderers, Nuno Espirito Santo sah jadi kepala pelatih Tottenham Hotspur untuk musim depan. Trek record yang bagus secara strategi dan kualitas permainan jadi argumen Nuno diputuskan menjadi suksesor Jose Mourinho.

Nuno dikenal juga sebagai pelatih yang suka untuk datangkan pemain dari negaranya, Portugal, saat dia masih latih Wolves. Hingga tidaklah aneh, bila Wolves kerap dipanggil sebagai ”mini tim nasional Portugal’.

Pemain Bernegara Portugal yang Pernah Bela Tottenham Hotspur

Hal seperti ini kemungkinan bisa jadi AGEN SLOT TERPERCAYA terjadi di Tottenham Hotspur, ingat Nuno sangat memercayai beberapa pemain asal Portugal dalam pola bermainnya. Semenjak berdiri pada tahun 1882, baru ada 5 pemain berasal dari Portugal yang sempat mencicip dan bela Tottenham Hotspur. Lalu siapa saja mereka? Berikut kami suguhkan daftar dan penjelasannya, cek this out!

1. Jose Dominguez

Jose Dominguez terdaftar sebagai pemain berasal dari Portugal pertama kali yang bela Tottenham Hotspur. Pemain yang berposisi sebagai pemain sayap kiri ini dihadirkan dari Sporting Klub Portugal pada musim panas 1997 dengan bandrol sejumlah 2,empat juta euro atau sama dengan Rp41,7 miliar.

Bentuknya yang pendek jadikan Dominguez mempunyai type permainan yang cepat dengan eksplosivitas yang tinggi. Skill-nya itu benar-benar sangat diperlukan oleh Spurs saat itu.

Sepanjang meniti karier bersama Spurs, Dominguez sukses menyembahkan 1 titel juara Carling Cup di tahun 1999 dengan catatan 54 laga dan empat gol sepanjang 4 musim, sebelumnya terakhir dia dilepaskan ke Kaiserlautern di tahun 2001.

2. Helder Postiga

Kehadiran Helder Postiga pada tahun 2003 dari FC Porto memang sangat diharap oleh penggemar dan management Spurs. Masalahnya Postiga dikenali sebagai penyerang muda yang berpotensi dan berkilau saat masih mengenakan seragam FC Porto.

Postiga juga dihadirkan untuk menambahkan daya gebrak baris serang Spurs yang saat itu dikuasai oleh pemain muda, seperti Robbie Keane, Jermaine Defoe dan Bobby Zamora. Tetapi sayang, keinginan itu harus sirna, karena Postiga malah tampil menyebalkan pada tahun pertama kalinya.

Dia cuman sanggup cetak dua gol dari 24 kompetisinya bersama Spurs pada musim 2003/2004. Management Spurs yang sedih pada akhirnya kembalikan Helder Postiga ke FC Porto pada musim seterusnya.

3. Pedro Mendes

Kesuksesan FC Porto raih titel juara Liga Champions pada musim 2003/2004, dianggap sebagai sebuah peristiwa yang bakal susah terulang lagi. Beberapa nama besar seperti Ricardo Carvalho, Deco Souza, Nuno Maniche, sampai si pelatih Jose Mourinho dipandang seperti artis paling besar kesuksesan FC Porto saat itu.

Tetapi salah satunya artis khusus yang kerap dilalaikan dalam peristiwa ini adalah Pedro Mendes yang berposisi sebagai pemain tengah bertahan. Kegemilangannya bersama FC Porto saat itu, membuat Dia ditaksir oleh beberapa club, terhitung Tottenham Hotspur yang pada akhirnya mencatatngkannya pada musim 2004/2005.

Secara permainan, Pedro Mendes sebetulnya mempunyai kontributor besar saat bela The Lillywhites. Dia sanggup mainkan 30 pertandingan dengan bantuan satu gol sebagai seorang pemain tengah bertahan. Tetapi pada musim ke-2 nya, dia harus tersisih dari tim, bersamaan bertambahnya perform Michael Carrick.

4. Ricardo Rocha

Ricardo Rocha sebagai bek tengah yang karismanya bertambah saat bela Benfica. Saat itu, Rocha dihadirkan oleh Spurs di bulan Agustus 2007 ketika club asal London Utara ini masih dilatih oleh Harry Redknapp.

Terdaftar, cuman 24 laga yang sukses dicetak oleh Ricardo Rocha sepanjang 2 musim berseraga Tottenham Hotspur. Ketatnya status bek tengah Spurs yang saat itu diisikan oleh Ledley King, Pascal Chimbonda, dan Younes Kaboul membuat mau tak mau tersisih dan dilego ke Standar Liege di Belgia.

5. Gedson Fernandes

Performa cemerlang di Liga NOS Portugal bukan agunan seorang pemain muda akan berkilau di Premier League. Ini terjadi pada orang Gedson Fernandes yang tampil mengagumkan bersama Benfica pada musim 2018/2019, tetapi melembek saat merumput bersama Tottenham Hotspur.

Pemain turunan Sao Tome e Principe ini tiba dengan status utang di bulan Januari 2020. Dia digadangkan bisa menjadi pemain besar karena kekuatan luar biasanya di umur muda.

Tetapi pantas sayang, dalam waktu satu musim, Gedson Fernandes cuman sanggup mainkan 14 pertandingan tanpa bantuan gol atau assist. Kembali lagi ketatnya kompetisi dalam tim JUDI ONLINE TERPERCAYA Spurs jadi argumen khusus pemain muda susah untuk berkembang.

You may also like